Pesawat ruang angkasa Atlantis berhasil mengangkasa, meninggalkan landasannya di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida, AS, Kamis (07-02-2008) sore waktu AS. Pada misi 11 hari itu, Atlantis memboyong Laboratorium Columbus
Setelah sempat tertunda dua bulan, pesawat Atlantis, kembali mengangkasa dengan membawa laboratorium ruang angkasa Colombus yang telah dirancang sejak beberapa tahun silam.
Pesawat Atlantis yang diawaki tujuh astronaut ini berhasil meluncur ke angkasa pada pukul 14.45 waktu setempat. Pada Desember 2007, Atlantis sempat gagal terbang karena ada masalah pada sistem injeksi bahan bakarnya.
Selain, kerusakan pada sistem bahan bakar, tertundanya peluncuran Atlantis ini juga akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Dalam beberapa minggu terakhir ini saja, terjadi serangan badai. Namun pada saat peluncuran, Kamis (7/2/2008), cuaca cukup berawan, namun tidak ada hujan dan badai.
"Semua sistem siap. Semoga misi ini sukses dan bisa kembali ke bumi dengan selamat," kata Direktur Doug Lyons kepada para astronot sebelum meluncurkan Atlantis.
Komandan Pesawat Atlantis Stephen Frick mengatakan, "Hari ini cukup bagus, dan kita sudah siap terbang." Sukses penerbangan ini membuat 300 tenaga ahli Eropa yang menyiapkan laboratorium ruang angkasa Columbus cukup bangga dan senang, karena hasil pekerjaan mereka tidak sia-sia.
Laboratorium Columbus sendiri dibuat European Space Agency's dengan biaya mencapai US$2 miliar atau sekitar 1,37 miliar euro dan memakan waktu pembuatan hingga 23 tahun.
Rencananya laboratorium Columbus ini akan bergabung dengan Laboratorium Destiny milik AS untuk mengorbit di ruang angkas selama tujuh tahun
0 komentar:
Posting Komentar